Wellness Tourism Pasca-Pandemi di Indonesia: Tren, Peluang Strategis, dan Tantangan Pengembangan
Kata Kunci:
wellness tourism, pariwisata pasca-pandemi, pariwisata berkelanjutan, Indonesia, ekonomi kreatifAbstrak
Pandemi Covid-19 mempercepat pergeseran preferensi wisatawan dari pariwisata massal menuju pariwisata berorientasi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Wellness tourism berkembang sebagai subsektor strategis yang menjawab kebutuhan wisatawan akan pengalaman yang meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Indonesia, dengan kekayaan alam tropis, keragaman budaya, dan tradisi pengobatan lokal, memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan wellness tourism di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren wellness tourism pasca-pandemi, mengidentifikasi peluang strategis pengembangan di Indonesia, dan memetakan tantangan utama yang harus diatasi. Pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur sistematis diterapkan dengan menelaah 26 sumber bereputasi periode 2023–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren utama mencakup self-care, eco-wellness, integrasi spiritualitas, dan kesadaran risiko kesehatan. Peluang strategis terbuka pada lima dimensi: sumber daya alam dan budaya, sinergi ekonomi kreatif dan teknologi digital, pemberdayaan masyarakat lokal, kesiapan sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan termasuk integrasi dengan pariwisata halal. Tantangan utama meliputi standarisasi layanan, persaingan dengan Thailand dan India, keterbatasan infrastruktur, inkonsistensi regulasi, dan tekanan keberlanjutan lingkungan. Kajian ini berkontribusi melalui kerangka analisis terintegrasi tren-peluang-tantangan untuk pengembangan wellness tourismberkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci: wellness tourism; pariwisata pasca-pandemi; pariwisata berkelanjutan; Indonesia; ekonomi kreatif
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal GARUDA: Jurnal Ekonomi, Sosial, Politik, Hukum, dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.