Komunikasi Krisis dalam Industri Pariwisata: Standard Operating Procedure dan Praktik Terbaik
Kata Kunci:
komunikasi krisis, Standard Operating Procedure, pariwisata, manajemen krisis, ketahanan industriAbstrak
Industri pariwisata merupakan sektor yang sangat rentan terhadap berbagai bentuk krisis, mulai dari kecelakaan transportasi, bencana alam, terorisme, hingga pandemi global seperti Covid-19. Kompleksitas ekosistem pariwisata yang melibatkan transportasi, akomodasi, atraksi wisata, dan layanan pendukung menciptakan tantangan tersendiri dalam pengelolaan komunikasi krisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi krisis yang efektif dalam industri pariwisata, mengidentifikasi Standard Operating Procedure (SOP) dan praktik terbaik yang dapat diadopsi, serta merumuskan kerangka komunikasi krisis terintegrasi. Pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur sistematis diterapkan dengan menelaah 21 sumber bereputasi periode 2023–2026, dilengkapi analisis kasus maskapai penerbangan Indonesia dan strategi komunikasi krisis era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi krisis efektif memerlukan pendekatan tiga fase yang terintegrasi: persiapan pra-krisis, respons saat krisis, dan pemulihan pasca-krisis. SOP yang adaptif dan responsif, didukung teknologi digital dan pendekatan berbasis komunitas, terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan rigid berorientasi damage control. Praktik terbaik yang diidentifikasi mencakup kolaborasi multipihak, konsistensi pesan, transparansi informasi, integrasi pesan tanggung jawab sosial perusahaan, dan inovasi pemanfaatan platform digital. Kajian ini berkontribusi melalui kerangka komunikasi krisis tiga fase dan pedoman implementasi SOP yang dapat diadopsi pelaku industri pariwisata di Indonesia.
Kata Kunci: komunikasi krisis; Standard Operating Procedure; pariwisata; manajemen krisis; ketahanan industri
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal GARUDA: Jurnal Ekonomi, Sosial, Politik, Hukum, dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.