Kebocoran Ekonomi dalam Pariwisata Perkotaan Indonesia, Mengapa Efek Pengganda Lokal Lebih Kecil daripada yang Dijanjikan

Penulis

Kata Kunci:

kebocoran ekonomi, efek pengganda, pariwisata perkotaan, rantai nilai, neraca satelit pariwisata

Abstrak

Hampir setiap rencana pengembangan pariwisata perkotaan di Indonesia menjanjikan efek pengganda bagi perekonomian setempat. Janji tersebut jarang diuji, dan ketika penerimaan daerah maupun pendapatan warga tidak bergerak sebanding dengan naiknya kunjungan, penjelasan yang muncul umumnya berhenti pada dugaan bahwa datanya belum lengkap. Artikel ini menawarkan penjelasan yang berbeda. Kajian kebocoran ekonomi pariwisata di Indonesia hampir seluruhnya berlatar destinasi kepulauan dan pedesaan, dan kerangka yang dipakainya adalah kerangka enklave yang mengandaikan kawasan wisata terpisah dari perekonomian sekitarnya. Kota tidak berperilaku demikian, karena kota tidak berpagar dan perekonomiannya beragam. Akibatnya, kebocoran di kota tidak terlihat oleh kerangka yang ada, meskipun besarnya belum tentu lebih kecil. Melalui telaah pustaka integratif dan pembacaan atas kajian kebocoran mutakhir di Indonesia, artikel ini mengusulkan Kerangka Empat Pintu Kebocoran Perkotaan yang terdiri dari pintu rantai pasok, pintu kepemilikan dan laba, pintu perantara digital, serta pintu tenaga kerja dan pengetahuan. Artikel ini juga mengajukan satu pembedaan yang selama ini kabur, yaitu antara kebocoran nasional yang mengalir ke luar negeri dan kebocoran kewilayahan yang mengalir ke kota lain di dalam negeri. Pembedaan tersebut penting karena neraca satelit pariwisata disusun pada tingkat nasional, sehingga aliran nilai dari kota daerah menuju kantor pusat di ibu kota tidak tercatat sebagai kebocoran sama sekali. Sebagai gantinya, artikel ini mengusulkan ukuran yang lebih berguna daripada persentase kebocoran, yaitu nilai tertahan setempat untuk setiap satu juta rupiah belanja wisatawan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-30

Cara Mengutip

Kebocoran Ekonomi dalam Pariwisata Perkotaan Indonesia, Mengapa Efek Pengganda Lokal Lebih Kecil daripada yang Dijanjikan. (2026). Jurnal GARUDA: Jurnal Ekonomi, Sosial, Politik, Hukum, Dan Humaniora, 1(02), 148-164. https://jurnalgaruda.id/index.php/garuda/article/view/15

Artikel Serupa

1-10 dari 13

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.