Strategi Destinasi Pariwisata untuk Menarik Digital Nomad: Studi Komparatif Lisbon dan Canggu
Kata Kunci:
digital nomad, strategi destinasi, pariwisata berkelanjutan, remote work, visa nomadAbstrak
Pertumbuhan eksponensial populasi digital nomad pasca-pandemi telah menjadi kekuatan transformatif baru dalam pariwisata global. Kelompok pekerja berpengetahuan ini bukan sekadar wisatawan, melainkan penduduk sementara yang menuntut pendekatan strategis berbeda dari pariwisata konvensional. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka strategi destinasi yang komprehensif untuk menarik dan mempertahankan digital nomad, dengan fokus pada karakteristik kebutuhan, kerangka kebijakan, dan studi komparatif antara Lisbon (Portugal) dan Canggu (Bali, Indonesia). Pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif berbasis kajian literatur sistematis diterapkan dengan menelaah 22 sumber bereputasi periode 2023–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesuksesan destinasi ditentukan oleh empat pilar strategi yang saling melengkapi, yaitu infrastruktur digital dan akomodasi yang mendukung kerja jarak jauh, kerangka kebijakan dan visa khusus, pemasaran berbasis komunitas dan platform terkurasi, serta tata kelola keberlanjutan yang melindungi masyarakat lokal dari risiko gentrifikasi. Lisbon merepresentasikan model proaktif berbasis kebijakan, sementara Canggu menunjukkan model organik berbasis komunitas dengan tantangan keberlanjutan yang signifikan. Kajian ini berkontribusi melalui kerangka empat pilar yang dapat diadaptasi oleh destinasi-destinasi berkembang di Indonesia, seperti Labuan Bajo dan Mandalika, untuk mengembangkan ekosistem digital nomad yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci: digital nomad; strategi destinasi; pariwisata berkelanjutan; remote work; visa nomad
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal GARUDA: Jurnal Ekonomi, Sosial, Politik, Hukum, dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.