Community-Based Tourism sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Lokal: Peluang, Tantangan, dan Strategi Pengembangan di Indonesia
Kata Kunci:
community-based tourism, pemberdayaan masyarakat, desa wisata, pembangunan berkelanjutan, partisipasi lokalAbstrak
Community-Based Tourism (CBT) merupakan pendekatan pembangunan pariwisata berkelanjutan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya wisata. Pendekatan ini menjadi alternatif terhadap model pariwisata berorientasi pasar yang sering kali menempatkan masyarakat lokal hanya sebagai penonton dalam pembangunan di wilayahnya sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis CBT sebagai model pemberdayaan masyarakat, memetakan tantangan implementasinya, dan merumuskan strategi penguatan yang adaptif dengan konteks Indonesia. Pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur sistematis diterapkan dengan menelaah 21 sumber bereputasi periode 2023–2026, dilengkapi studi kasus empat desa wisata unggulan: Nglanggeran (Yogyakarta), Penglipuran (Bali), Wae Rebo (Nusa Tenggara Timur), dan Pentingsari (Yogyakarta). Hasil kajian menunjukkan bahwa CBT mampu meningkatkan kemandirian ekonomi melalui penguatan UMKM lokal, memperkuat identitas budaya, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan. Tantangan utama mencakup keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, ketimpangan distribusi manfaat, ketergantungan pada bantuan eksternal, dan minimnya dukungan regulasi yang berpihak. Tiga strategi penguatan diidentifikasi: pendampingan komunitas dan pelatihan kewirausahaan, sinergi multipihak antar pemangku kepentingan, serta inovasi berbasis kearifan lokal. Kajian ini berkontribusi melalui kerangka analisis terintegrasi peluang-tantangan-strategi pengembangan CBT yang berkelanjutan dan inklusif.
Kata Kunci: community-based tourism; pemberdayaan masyarakat; desa wisata; pembangunan berkelanjutan; partisipasi lokal
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal GARUDA: Jurnal Ekonomi, Sosial, Politik, Hukum, dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.